4 Tantangan Bisnis Kos, yang Harus Ditaklukkan Kalau Mau Cuan

Cokro.com – Bisnis kos-kosan sudah bukan lagi jadi rahasia umum, bahwa telah menjadi sektor property unggulan di Indonesia. Keuntungan tinggi dan balik modal yang relatif cepat jadi daya tarik dari kos-kosan.

Kebutuhan akan kamar kos diprediksi akan semakin tinggi, mengingat semakin mahalnya harga beli property dan mobilitas warga yang terus meningkat pasca pandemi.

Khususnya bagi pekerja dan pelajar yang sedang mencari pengalaman di luar kampung halaman mereka.

Meski berhasil mengundang banyak peminat, menginvestasikan sejumlah uang untuk kos-kosan tentu memiliki risiko. Oleh karena itu, kamu harus mengenali terlebih dahulu kelemahan-kelemahannya. Sebelum memutuskan untuk menekuni bisnis tersebut, berikut kekurangan investasi kos-kosan yang perlu kamu ketahui.

1. Harus pintar mengatur bisnis

Seperti dalam dunia bisnis dan usaha pada umumnya, pemilik kos harus pintar mengatur usaha bisnisnya dengan baik dan benar. Hal ini dilakukan agar kamu dan para penghuni bisa tinggal dengan nyaman dan tertib.

Jika kamu tidak pintar mengatur bisnis, maka bisnismu kemungkinan tidak akan bisa bertahan lama. Oleh karenanya, sebelum membangun kos-kosan, kamu harus belajar mengatur bisnis terlebih dahulu. Selain itu, pintar-pintar lah membagi waktu agar kos-kosanmu bisa terurus dengan baik.

2. Sistem keamanan

Risiko kehilangan barang merupakan hal umum yang sangat mungkin terjadi dalam lingkup kos-kosan. Mengingat, tiap penghuni memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh karenanya, kamu harus bisa membangun sistem keamanan yang baik agar kejadian tersebut bisa diminimalisir.

Sistem keamanan tersebut bisa kamu kembangkan dengan memastikan bahwa kunci tiap kamar bisa berfungsi dengan baik, pemakaian slot kunci pintu tambahan, dan penambahan jaring atau jeruji jendela. Bahkan, kamu juga bisa memasang kamera CCTV dan mempekerjakan satpam untuk mendorong sistem keamanan kos-kosan mu.

3. Menunda pembayaran

Dalam satu lingkup kos-kosan, umumnya akan ada satu atau lebih penghuni yang terlambat membayar biaya sewa. Entah disebabkan oleh masalah keuangan pribadi atau hal-hal lainnya.

Untuk itu, jangan kaget jika bertemu dengan penghuni yang seperti ini. Kamu bisa memberikan toleransi keterlambatan untuk meringankan beban mereka. Namun demikian, berikan juga aturan tenggat waktu agar penghuni tidak melupakan kewajibannya dalam membayar sewa.

4. Biaya perawatan

Setiap bangunan tentu membutuhkan biaya perawatannya tersendiri, baik di setiap minggu atau bulannya. Oleh karena itu, anggarkan pendapatanmu dari investasi kos-kosan untuk merawat bangunan dan lingkungan kos.

Jika bangunan dan halamannya tampak terawat dan bersih, para calon penghuni akan tertarik dan memilih tinggal di kos-kosanmu. Hal ini tentu bisa meningkatkan nilai jual dari bisnis kos-kosanmu.

Leave a Comment