Cara Mengurus Izin Mendirikan Usaha Kos-Kosan

Cokro.com – Semua bisnis harus ada perizinan usaha yang harus dimiliki pengusaha, sebelum bisnis dijalankan. Seperti juga bisnis kos-kosan yang harus dikantongi terlebih dahulu perizinannya, sebelum memulai menjalankan bisnis sewa property dalam bentuk kamar tersebut.

Apalagi jika bangunan kos-kosan yang tergolong besar dan elite, berdiri di antara pemukiman warga, maka memang diperllukan perizinan yang bukan hanya berasal dari dinas terkait, melainkan juga dari warga di sekitar.

Urusan perizinan mendirikan bangunan rumah kos memang bisa berbeda – beda di setiap daerah. Sehingga bagi anda calon pengusaha kos-kosan, wajib untuk bisa mengikuti perubahan regulasi dan perkembangan terbaru yang ada di masing – masing wilayah.

Namun, meskipun berbeda dalam detailnya, setidaknya ada prosedur standar perizinan bisnis kos-kosan yang bisa anda lakukan. Berikut urutan perizinan usaha kos-kosaannya:

1.Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dikutip dari laman legalitas.org, IMB merupakan produk hokum yang berkaitan dengan perizinan yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah kepada pemilik banguan yang melakukan pembangunan baru, merubah, memperluas, mengurangi, merawat atau merobohkan bangunan, sesuai dengan syarat administrative dan persyaratan teknis yang berlaku di daerah tersebut.

Perizinan hunian untuk kost-kostan dengan tempat tinggal akan berbeda ketentuan dan keterangan perizinannya.

Namun, tahun 2021 IMB telah dihapuskan dan berubah nama menjadi PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

PBG ini bersifat mengatur perizinan bagaimana bangunan harus dibangun. Aturan ini mengharuskan bangunan perlu memenuhi standar teknis yang telah diterapkan terlebih dahulu seperti standar perencanaan dan perancangan bangunan gedung, standar pelaksanaan dan pengawasan konstruksi bangunan gedung, dan standar Pemanfaatan bangunan gedung.

Selain itu, pengaju harus mencantumkan fungsi dari bangunan tersebut untuk hunian, keagamaan, bisnis, sosial budaya, atau lainnya.

2.Perizinan dari lingkungan (RT/RW)

Setelah anda mengantongi IMB, langkah berikutnya yang harus anda lakukan adalah melakukan sosialisasi kepada ketua lingkungan  setempat (RT/RW), kelurahan, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Sosialisasi diperlukan untuk bisa meminta restu dan memberitahukan kepada masyarakat di sekitar, bahwa anda kini memiliki bisnis di lingkungan mereka. Dalam sosialisasi tersebut, anda juga perlu meminta tanda tangan mereka, sebagai bentuk legalitas perizinan pendirian usaha.

Dengan begitu, jika terjadi sesuatu warga setempat mengetahui siapa pemilik bisnis tersebut dan mudah untuk dihubungi.

Namun, ada beberapa lokasi yang tidak mengharuskan pemilik melakukan sosialisasi. Jika sudah mendapatkan tanda tangan dari kepala daerah seperti RT, RW, kecamatan, dan kelurahan, setelah itu bisa langsung mengurus di dinas perizinan.

Leave a Comment