Kebiasan – Kebiasaan yang Bisa Dilakukan Anak Kos Untuk Mencegah Pemanasan Global

Cokro.com – Dalam satu dekade terakhir, kondisi Bumi tempat kita tinggal bisa dibilang tidak sedang baik – baik saja. Dampak pemanasan global, jumlah sampah tak terurai yang bertambah akibat pandemi, terus menambah beban bumi yang usianya terus menua.

Akibatnya, seringkali kita merasakan perubahan cuaca ekstrem mendadak, serta musim yang sudah tidak sesuai dengan keharusannya. Begitu pula dengan hawa panas yang sering menghinggapi.

Demi bisa mencegah dampaknya semakin memburuk, maka diperlukan upaya pencegahan, yang bisa dimulai dari perubahan gaya hidup masyarakat. Salah satunya juga oleh anak kos.

Anak kos  bisa memulai kebiasaan-kebiasaan yang ramah lingkungan dari kebiasaan di sekitarnya. Seperti dirangkum Cokro.com, dari berbagai sumber berikut ini:

1. Membawa tumbler

Saat bepergian, seringkali kita merasa haus. Membeli air mineral kemasan atau minuman lainnya merupakan pilihan yang terbaik. Akan tetapi, kebiasaan tersebut menyumbang sampah plastik yang sulit untuk diurai oleh lingkungan.

Cobalah untuk membawa tumbler sendiri. Selain untuk mengurangi sampah plastik, membawa tumbler juga menghemat pengeluaran kamu.

2. Membawa wadah sendiri saat jajan

Membeli jajanan adalah kegemaran banyak orang, terutama anak kos. Setiap beli jajanan, kita akan mendapat bungkusan plastik, kertas, ataupun styrofoam. Bungkus tersebut akan berakhir di tempat sampah begitu saja setelah jajanan kita habis. Alhasil, kita berkontribusi terhadap peningkatan jumlah sampah di Indonesia.

Bagi kamu yang suka jajan, membawa wadah sendiri bisa menjadi opsi yang ramah lingkungan. Membawa wadah sendiri akan membantu mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan setiap waktunya. Selain itu, kita tidak perlu khawatir jajanan yang kita beli akan tumpah atau bocor karena kondisi wadah yang telah terjamin. Eits, tapi jangan sampai wadahnya hilang, ya.

3. Membeli barang yang dibutuhkan

Saat berjalan ke pusat perbelanjaan, barang-barang lucu merupakan salah satu godaan terbesar. Kebiasaan membelinya, walaupun tidak tahu akan digunakan untuk apa, menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh anak kos. Seketika barang-barang yang telah dibeli menumpuk begitu saja.

Kebiasaan ini dapat menambah jumlah sampah yang dihasilkan lho. Oleh karena itu, coba kurangi kebiasaan ini dengan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan saja. Cara yang efektif ialah menuliskan daftar barang yang dibutuhkan dan menunda membelinya selama minimal 5 hari. Jika kita masih memerlukannya, barang tersebut memang kita butuhkan.

4. Berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum saat berpergian

Saat ingin ke kampus atau bepergian ke suatu tempat, kita lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau jasa kendaraan online. Agar lebih ramah lingkungan, cobalah untuk berjalan kaki jika jarak bepergian relatif dekat.

Berjalan kaki bisa membuat badanmu menjadi lebih sehat. Jika harus menempuh jarak yang jauh, gunakan transportasi umum, seperti angkot, commuter line, bus, atau kendaraan umum lainnya. Kebiasaan tersebut akan membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi.

5. Mematikan lampu saat siang hari

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan anak kosan ialah membiarkan lampu tetap menyala saat siang hari. Padahal, membiarkan lampu tetap menyala di siang hari dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Sebagian besar listrik di Indonesia masih disuplai oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Mematikan lampu saat siang hari dapat membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pembangkit listrik tersebut.

Saat siang hari, cobalah untuk membuka jendela kamarmu. Selain agar mendapat cahaya matahari, cara tersebut juga membantu sirkulasi udara kamarmu tetap baik dan membuat kamarmu tidak pengap.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut jika dilakukan terus menerus dapat membantu menyelamatkan Bumi. Kebiasaan kecil dari kita diharapkan dapat mempertahankan Bumi agar tetap layak hingga masa yang akan datang. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Leave a Comment