Kiat Mencari Tempat Kos di Kawasan UGM Yogyakarta

Cokro.com – Kiat untuk bisa mendapatkan kos di kawasan sekitaran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sangat perlu untuk dipahami oleh mahasiswa baru (maba). Fokusnya bukan saja lingkungan yang nyaman dana man, namun juga biaya yang tidak bikin kantong jebol.

Pada pengumuman SBMPTN 2022 tercatat sebanyak 2.716 calon mahasiswa baru UGM dinyatakan telah diterima di jalur tersebut. Jumlah ini terdiri dari 541 dari jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan 2.175 jalur reguler.

Registrasi ini penting dilakukan agar mereka sah diterima menjadi keluarga besar UGM. Namun selain melakukan daftar ulang agar calon mahasiswa tersebut sah menjadi mahasiswa di kampus yang berpusat di DI Yogyakarta ini, bagi mereka yang tidak mempunyai rumah di sana maka perlu mencari kost sebagai tempat tinggal selama berkuliah.

Pengalaman pertama mencari kos-kosan di Yogyakarta tidaklah mudah. Untuk itu, mengutip dari laman Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) di kagama.co, berikut ini kawasan kos-kosan yang dekat dengan fakultas dan cocok dengan isi kantong calon mahasiswa.

  1. Pogung

Pogung menjadi salah satu daerah di dekat UGM yang terdapat banyak sekali penyedia jasa kos-kosan. Letaknya persis di sebelah utara Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik. Ngekos di daerah Pogung juga menjadi favorit bagi para mahasiswa, terutama dari kluster Sainstek dan Medika. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Pogung letaknya berdekatan dengan kedua kluster tersebut.

Selain itu, di Pogung juga terkenal dengan banyaknya penjual aneka makanan, dan juga tempat nongkrong beraneka rupa.

Hal itu menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa untuk memilih tinggal di Pogung. Namun, karena akses yang dekat dengan kampus dan tingginya peminat kosan di daerah tersebut, menjadikan harga-harga kos di Pogung tergolong mahal. Akan sangat susah menjumpai kos-kosan yang menyediakan perabotan sekaligus kasur dengan harga di bawah Rp400 ribu.

  • Sagan dan Terban

Sebagian daerah Sagan adalah daerah yang ditetapkan pemerintah sebagai area cagar budaya. Jadi, tidaklah heran jika banyak ditemui bangunan dengan gaya arsitektur bertempo dulu di sana.

Harga kos di daerah tersebut tidak jauh berbeda dari Pogung, berkisar di atas Rp400-an ribu. Kebanyakan penghuni kos adalah mahasiswa dari kluster Soshum.

  • Karang Gayam dan Karang Wuni

Daerah tersebut tentu menjadi favorit para mahasiswa Kluster Agro, mengingat tempatnya di sebelah utara Fakultas Kehutanan. Seperti halnya Pogung, daerah tersebut terdapat banyak tempat-tempat nongkrong dan penjaja aneka kuliner. Selain itu, di sana juga sangat terkenal dengan deretan gerai fotokopi dan printing.

Harga yang ditawarkan relatif sama, namun untuk mendapat harga kos di bawah Rp400 ribu masih cukup mudah kita jumpai. Tapi jangan salah, kosan dengan harga jutaan juga tersedia di sana.

  • Klebengan

Lebih identik dengan daerah kos-kosan mahasiswa UNY, namun mahasiswa UGM antara lain dari Fakultas Peternakan juga banyak tinggal di daerah tersebut. Pasalnya, letak Klebengan berada di sebelah utara dari Perernakan.

 Klebengan identik dengan GOR-nya yang ramai dijadikan pusat jajanan ketika menjelang malam. Harga kosan di daerah ini cukup beragam. Klebengan juga dapat dikatakan sebagai daerah yang lingkungannya relatif bersih.

  • Blimbingsari dan Sendowo

Dua daerah tersebut terkenal karena harga kos dan harga makanan tergolong sangat terjangkau. Daerah yang terletak di sebelah barat Sekolah Vokasi UGM ini memang sejak dulu menjadi pusat kosan murah, walaupun jaraknya yang sangat dekat dengan UGM.


Leave a Comment